Badak
bercula satu merupakan salah satu hewan yang sudah langka keberadaannya.
Kondisi badak jawa di Indonesia sangat memperihatinkan karena jumlah populasi
pada tahun 2014 diperkirakan 57 ekor. kematian badak dapat disebabkan oleh perburuan
manusia, peperangan, dan bencana alam. Untuk melindungi badak dari ancaman
tersebut, sebagai manusia kita harus
melestarikan keberadaanya, agar anak cucu kita masih bisa melihat makhluk Tuhan
yang unik tersebut. Salah satu bentuk pelestarian hewan yang berlatin Rhinoceros sondaicus adalah dengan
memperhatikan habitat atau rumah yang baik bagi hewan ini. Hal ini bertujuan
untuk mendapatkan kesejahteraan hewan di mana kesejahteraan ini dapat membawa
badak menjadi lebih nyaman , sehingga hal yang berawal dengan sejahtera akan
menghasilkan dampak yang baik. Dengan demikian harapan bertambahnya populasi
badak jawa dapat bertambah.
Secara
naluri, badak jawa menyukai tempat yang ada airnya, seperti daerang dekat pantai
dan lumpur. Di tempat tersebut badak sering berendam diri yang dilakukan siang
dan malam hari, hal ini dilakukan untuk
menjaga suhu normal tubuh badak. Di tempat tersebut badak memakan makanan yang
berasal dari tanaman, seperti ranting, daun, tunas, dan buah. Hewan herbivora
ini diperkirakan mengonsumsi 50 kg pakan/hari, maka tak heran badak memiliki
berat badan 900 sampai 2.300
kilogram.
Dengan
mengetahui sifat naluri tersebut, untuk membuat tempat yang nyaman bagi badak,
kita harus menyediakan tempat yang disukai badak. Tempat ini pastinya di alam
bebas dan dilindungi oleh pemerintah, seperti Taman Nasional Ujung Kulon di pulau Jawa. Tempat yang akan dijadikan sebagai habitat yang nyaman, perlu
disediakannya sumber air dan sumber pakan yang optimal. Hal ini agar badak tidak
kekurangan air atau pakan pada saat musim kemarau khusunya. Ketersediaan air
bisa dibuat dari pipa yang menghubungkan dari sumber air ke tempat badak
berkubang, sedangkan untuk menyediakan pakan dapat dilakukan dengan cara
menanam pohon atau tanaman yang disukai badak, agar badak tidak terganggu
dengan keberadaan manusia, penananam pohon dapat dilakukan dengan cara
pengalihan tempat badak terlebih dahulu yaitu dari tempat satu ke tempat
lainnya, namun tempat tersebut masih dalam satu populasi. Disamping penyediaan
sumber air dan pakan, pemasangan kamera atau CCTV pun penting dilakukan, hal
ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas badak seperti makan, minum, kawin dan
lain-lain. Selain itu, untuk mencegah terjadinya kepunahan yang disebabkan oleh
perburuan.